Sahur adalah salah satu kegiatan yang penting selama bulan Ramadhan. Ini adalah waktu di mana orang-orang yang menjalankan puasa harus mengisi perut mereka sebelum fajar tiba. Makanan yang dikonsumsi saat sahur haruslah memenuhi kriteria tertentu, seperti memberikan energi yang cukup untuk bertahan selama seharian tanpa makan. Oleh karena itu, ada beberapa jenis makanan yang sebaiknya dihindari untuk dimakan saat sahur, karena dapat mempengaruhi kesehatan dan kualitas puasa seseorang. Berikut adalah 10 jenis makanan yang tidak disarankan untuk dimakan pada saat sahur.
Saat sahur, banyak orang makan gorengan, seperti tahu, tempe, dan bakwan. Namun, gorengan mengandung banyak minyak dan lemak jenuh, yang dapat meningkatkan kolesterol. Selain itu, gorengan bisa menyebabkan masalah pencernaan misalnya seperti diare dan sembelit. Oleh karena itu, sebaiknya hindari mengkonsumsi gorengan saat sahur.
Makanan berlemak, seperti daging berlemak, sosis, dan keju, juga sebaiknya dihindari saat sahur. Lemak jenuh yang terkandung dalam makanan ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung & stroke. Selain itu, makanan berlemak juga bisa membuat perut juga akan terasa kenyang lebih lama. Dengan begitu bisa membuat seseorang dapat merasakan lapar lebih cepat selama berpuasa.
Makanan pedas dapat menyebabkan gangguan pada sistem pencernaan dan memicu asam lambung naik. Hal ini dapat menyebabkan mulas, sakit perut, dan gangguan tidur saat sahur. Makanan pedas bisa menyebabkan dehidrasi karena membuat tubuh kehilangan cairan lebih cepat. Jadi, hindari makanan pedas saat sahur.
Minuman yang mengandung kafein, seperti kopi, teh, dan minuman energi, sebaiknya tidak dikonsumsi saat sahur. Kafein dapat membuat seseorang lebih sering buang air kecil, sehingga dapat menyebabkan dehidrasi saat puasa. Selain itu, kafein juga dapat menyebabkan gangguan tidur dan membuat tubuh terasa lelah selama berpuasa.
Makanan manis, seperti kue, cokelat, dan es krim, sebaiknya dihindari saat sahur. Makanan manis dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat, sehingga dapat membuat seseorang merasakan lebih cepat lapar. Selain itu, makanan manis juga dapat menyebabkan penambahan berat badan dan berisiko merusak gigi.
Baca: Keutamaan dan Keistimewaan di Bulan Ramadhan
Makanan asin, seperti keripik, kacang goreng, dan makanan kalengan, sebaiknya juga tidak dikonsumsi saat sahur. Makanan asin dapat menyebabkan tubuh kehilangan cairan lebih cepat dan menyebabkan dehidrasi. Selain itu, makanan asin juga dapat meningkatkan risiko hipertensi dan penyakit jantung.
Buah-buahan asam, seperti jeruk, lemon, dan tomat, sebaiknya tidak dikonsumsi saat sahur karena dapat menyebabkan gangguan pada lambung dan menyebabkan mulas atau diare. Selain itu, buah-buahan asam juga dapat menyebabkan asam lambung naik dan menyebabkan perut terasa penuh.
Makanan yang mengandung kolesterol tinggi, seperti telur, daging merah, dan makanan olahan, sebaiknya juga dihindari saat sahur. Kolesterol tinggi meningkatkan risiko penyakit jantung & stroke karena penumpukan lemak di pembuluh darah.
Makanan tinggi serat, seperti sayuran hijau, kacang-kacangan, dan buah-buahan segar, sebaiknya tidak dikonsumsi saat sahur. Serat dapat membuat perut terasa kenyang lebih lama, sehingga bisa membuat seseorang merasa lapar lebih cepat selama berpuasa.
Makanan instan dan siap saji, seperti mie instan, nugget, dan sosis, sebaiknya dihindari saat sahur. Makanan ini mengandung banyak bahan pengawet, garam, dan lemak yang dapat menyebabkan masalah kesehatan, seperti hipertensi, penyakit jantung, dan gangguan pencernaan.
Dalam menjalankan ibadah puasa, sebaiknya seseorang mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi saat sahur. Makanan yang sehat dan bergizi dapat memberikan energi yang cukup untuk bertahan selama seharian tanpa makan. Selain itu, kamu juga bisa menghindari makanan yang memang tidak disarankan untuk sahur agar dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih lancar dan sehat. Semoga artikel ini bermanfaat dan selamat menjalankan puasa bagi kamu yang menjalankannya.